ADI WEB

  • Home
  • About
  • Disclaimer
  • Sitemap
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Home
  • Atletik
  • Bola Besar
  • Bola Kecil
  • Bela Diri
  • Renang
  • Senam
  • Others
Showing posts with label Agama. Show all posts
Showing posts with label Agama. Show all posts

Thursday, April 8, 2021

Surah Al-Fatihah Beserta Artinya

 ADITZY     5:49 PM     Agama, Info, Pendidikan     No comments   

Surah Al-Fatihah merupakan surah pertama di dalam Al-Qur'an yang memiliki arti pembukaan. Surah ini terdiri dari 7 ayat dan tergolong surah Makkiyah karena diturunkan di Kota Makkah.

Setiap muslim, wajib hukumnya hafal surah ini karena menjadi salah satu rukun salat. Adapun lafal Surah Al-Fatihah adalah sebagai berikut:

(١) بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

bismillaahir-rohmaanir-rohiim

"Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang."

(٢) اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَۙ

al-hamdu lillaahi robbil-'aalamiin

"Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam."

(٣) الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِۙ

ar-rohmaanir-rohiim

"Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang."

(٤) مٰلِكِ يَوْمِ الدِّيْنِۗ

maaliki yaumid-diin

"Pemilik hari pembalasan."

(٥) اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُۗ

iyyaaka na'budu wa iyyaaka nasta'iin

"Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan."

(٦) اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَ ۙ

ihdinash-shiroothol-mustaqiim

"Tunjukilah kami jalan yang lurus,"

(٧) صِرَاطَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ ەۙ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّاۤلِّيْنَ

shiroothollaziina an'amta 'alaihim ghoiril-maghdhuubi 'alaihim wa ladh-dhooolliin

"(yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepadanya; bukan (jalan) mereka yang dimurkai, dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat." 

Demikian artikel tentang Surah Al-Fatihah berserta artinya. Semoga bermanfaat. Sekian dan terima kasih


Referensi:

- http://quran-id.com

- https://www.google.com/amp/s/m.akurat.co/953254/lafaz-surah-alfatihah-lengkap-arab-latin-dan-terjemahannya

- https://litequran.net/al-fatihah

Read More
  • Share This:  
  •  Facebook
  •  Twitter
  •  Google+
  •  Stumble
  •  Digg

Saturday, April 3, 2021

KHOTBAH : Pengertian, Ketentuan dan Pentingnya Khotbah

 ADITZY     4:34 PM     Agama, Info, Pendidikan     No comments   

Sumber : islam.nu.or.id
Agama Islam dalam menyampaikan ajaran-ajarannya kepada seluruh umat manusia menggunakan beberapa cara, antara lain melalui khotbah, tablig, dan dakwah. Cara tersebut disesuaikan dengan situasi serta kondisi. Berikut definisi dari salah satu cara yang digunakan untuk menyampaikan agama islam yaitu Khotbah.

Pengertian Khotbah

Khotbah berasal dari kata khataba, yakhtubu, khutbatan yang berarti ceramah atau pidato. Khotbah Jum'at ialah bentuk ceramah yang berisi nasehat dan wasiat keagamaan yang disampaikan kepada jamaah yang diikat oleh syarat dan rukun. Khotbah Jum'at memiliki syarat dan rukun yang tidak boleh ditinggalkan, sebab terkait erat dengan sah atau tidaknya sebuah ibadah mahdhah. Orang yang menyampaikan khotbah disebut dengan khotib.

Baca juga : Kitab-kitab Allah : Pengertian Kitab dan Suhuf , Penerima dan Nama lain Al-Qur'an
Pentingnya Khotbah
Khotbah merupakan salah satu rangkaian dalam aktivitas ibadah. Oleh karena itu, khotbah tidak dapat ditinggalkan karena dapat membatalkan rangkaiaan aktivitas ibadah. Salat Jumat tidak sah apabila tidak ada khotbahnya, begitu juga untuk khotbah Idul Fitri dan Idul Adha, khotbah istisqa', khotbah gerhana, dan khotbah nikah.
Berikut ini beberapa fungsi khotbah bagi umat muslim.
a. Memberi pengajaran kepada jamaah mengenai bacaan dalam rukun khotbah, terutama bagi jamaah yang kurang memahami bahasa arab.
b. Mendorong jamaah untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah.
c. Mengajak jamaah untuk selalu berjuang menggiatkan dan membudayakan syariat islam dalam masyarakat.
d. Mengajak jamaah untuk selalu berusaha meningkatkan amar ma'ruf dan nahi munkar, menyampaikan informasi mengenai perkembangan ilmu pengetahuan dan hal-hal yang bersifat aktual kepada jamaah.
e. Merupakan kesempurnaan salat Jumat karena salat Jumat hanya dua rakaat.

Ketentuan Khotbah
a.Syarat Khotbah

  1. Islam
  2. Ballig
  3. Berakal sehat
  4. Mengetahui ilmu agama
b. Syarat dua khotbah

  1. Khotbah dilaksanakan sesudah masuk waktu zuhur.
  2. Khatib duduk di antara dua khotbah.
  3. Khotbah diucapkan dengan suara yang keras dan jelas.
  4. Tertib
c. Rukun Khotbah

  1. Membaca hamdalah.
  2. Membaca syahadatain.
  3. Membaca shalawat.
  4. Berwasiat takwa.
  5. Membaca ayat Al-Qur'an pada salah satu khotbah.
  6. Berdo'a pada khotbah kedua.
d. Sunah Khotbah

  1. Khatib berdiri ketika khotbah.
  2. Mengawali khotbah dengan memberi salam.
  3. Khotbah hendaknya jelas, mudah dipahami, tidak terlalu panjang.
  4. Khatib menghadap jamaah ketika khotbah.
  5. Menertibkan rukun khotbah.
  6. Membaca surah Al-Ikhlas ketika duduk di antara dua khotbah.
Demikian sedikit artikel tentang khotbah. Semoga bermanfaat. Sekian dan terimakasih.

Referensi : Buku pend.Agama Islam dan Budi Pekerti Xl Semester 1

Read More
  • Share This:  
  •  Facebook
  •  Twitter
  •  Google+
  •  Stumble
  •  Digg

Friday, April 2, 2021

Kitab-kitab Allah : Pengertian Kitab, Suhuf, Penerimanya, dan Nama lain Al-Qur'an

 ADITZY     3:03 PM     Agama, Info, Pendidikan     No comments   

Al-Qur'an | m.dream.co.id

Pengertian Kitab dan Suhuf

Kitab secara bahasa artinya buku. Sedangkan arti Kitab menurut istilah, ialah kumpulan wahyu Allah SWT yang diturunkan kepada rasul-rasul-Nya yang terdapat pada lembaran - lembaran, Kemudian dijilid menjadi bentuk buku. Kitab yang dimaksud sebagaimana uraian tersebut di atas adalah Kitab Zabur, Taurat, Injil, dan Al-Quran.

Suhuf, artinya lembaran lembaran suci. Suhuf termasuk wahyu Allah SWT yang diturunkan kepada para nabi, seperti Nabi Ibrahim a.s, dan Nabi Musa a.s.

Oleh karena itu, sekarang muslim harus percaya pada Kitab Taurat, Injil dan Wahyu wahyu lain yang diturunkan Allah SWT. Selain keempat Kitab suci tersebut, ada nabi dan rasul yang mendapatkan lembaran lembaran Kitab. Adapun terhadap bentuk Kitab Kitab ini pun Kita wajib untuk mengimaninya sebagai bagian dari Kitab Kitab Allah SWT. Bentuk Kitab suci ini disebut Mushaf(Suhuf) sebagaimana yang disampaikan kepada Nabi Ibrahim a.s. dan Nabi Musa a.s. Firman Allah SWT dalam surah Al-'Ala ayaat 18-19, berbunyi:

(١٩)اِنَّ هٰذَا لَفِى الصُّحُفِ الْاُ وْلٰى ۙ (١٨)  صُحُفِ اِبْرٰهِيْمَ وَمُوْسٰى

Artinya:
18. Sesungguhnya ini terdapat dalam Kitab Kitab yang terdahulu,
19. (Yaitu)Kitab-kitab Ibrahim dan Musa

Di antara nabi yang diberikan Suhuf sebagai Berikut.
1. Nabi Adam a.s. 10 Suhuf
2. Nabi Syis a.s. 50 Suhuf
3. Nabi Idris a.s. 30 Suhuf
4. Nabi Ibrahim a.s. 10 Suhuf
5. Nabi Musa a.s. 10 Suhuf

Baca juga : KHOTBAH : Pengertian, Ketentuan dan Pentingnya

Kitab - kitab Allah SWT. dan Para Penerimanya

Berikut ini adalah kitab-kitab yang diturunkan Allah Swt. dan penerimanya

1. Kitab Taurat
Taurat berasal dari bahasa ibrani, dalam agama adalah syariat, diturunkan kepada Nabi Musa a.s. di bukit Tursina ketika Nabi Musa beribadah sebagaimana yang telah dilakukan oleh para nabi sebelumnya, sebagai pedoman dan petunjuk bagi kaum Bani Israil, hal ini sesuai dengan firman Allah Swt. berikut.

وَاٰ تَيْنَا مُوْسَى الْـكِتٰبَ وَ جَعَلْنٰهُ هُدًى لِّبَنِيْۤ اِسْرَآءِيْلَ اَ لَّا تَتَّخِذُوْا مِنْ دُوْنِيْ وَكِيْلًا  (٢)

Artinya: "Dan Kami berikan kepada Musa kitab (Taurat), dan Kami jadikan kitab Taurat itu petunjuk bagi Bani Israil. (dengan firman-Nya); "Janganlah kamu mengambil penolong selain Aku." (QS. Al-Isra' 17: Ayat 2)

Isi pokok kitab Taurat dikenal dengan sepuluh hukum perintah Tuhan, baik berupa larangan dan perintah yang sesuai dengan tempat dan kondisi saat itu. Sepuluh hukum dalam kitab Taurat, yaitu sebagai berikut.
a. Menjelaskan akidah yang benar, yaitu mengesakan Tuhan.
b. Larangan menyebut nama Allah dengan main-main.
c. Memuliakan hari sabtu
d. Menghormati kedua orang tua.
e. Larangan mencuri.
f. Larangan membunuh manusia.
g. Larangan berbuat syirik
h. Larangan melakukan zina.
i. Larangan menjadi saksi palsu.
j. Larangan memiliki keinginan atas hak orang lain.

2. Kitab Zabur
Kitab Zabur diturunkan kepada Nabi Daud a.s., untuk disampaikan kepada umatnya dan dijadikan sebagai pedoman hidup bagi umat Yahudi. Firman Allah Swt.:

وَرَبُّكَ اَعْلَمُ بِمَنْ فِى السَّمٰوٰتِ وَا لْاَ رْضِ ۗ وَلَقَدْ فَضَّلْنَا بَعْضَ النَّبِيّٖنَ عَلٰى بَعْضٍ وَّاٰتَيْنَا دَاوٗدَ زَبُوْرًا (٥٥)
Artinya: "Dan Tuhanmu lebih mengetahui siapa yang di langit dan di bumi. Dan sungguh, Kami telah memberikan kelebihan kepada sebagian nabi-nabi atas sebagian (yang lain), dan Kami berikan Zabur kepada Daud." (QS. Al-Isra' 17: Ayat 55)

Kitab Zabur berisi nyanyian, pujian kepada Allah atas segala rahmat-Nya, juga berisi dzikir, doa, nasihat, dan hikmah-hikmah. Sedangkan syariatnya mengikuti syariat yang ada dalam kitan Taurat.

3. Kitab Injil
Kitab Injil diturunkan kepada Nabi Isa dengan memakai bahasa Suryani sebagai petunjuk dan tuntutan bagi Bani Israil. Kitab Injil isinya sama denga kita Taurat, tetapi ada yang harus diralat yaitu yang tidak sesuai dengan peradaban masa itu. Dan ada penambahan isi dalam kitab Injil, yaitu tentang berbuat baik sesama manusia (kasih sayang).
Allah Swt. berfirman:

وَقَفَّيْنَا عَلٰۤى اٰثَا رِهِمْ بِعِيْسَى ابْنِ مَرْيَمَ مُصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ التَّوْرٰٮةِ ۖ وَاٰ تَيْنٰهُ الْاِ نْجِيْلَ فِيْهِ هُدًى وَّنُوْرٌ ۙ وَّ مُصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ التَّوْرٰٮةِ وَهُدًى وَّمَوْعِظَةً لِّـلْمُتَّقِيْنَ  (٤٦)

Artinya: "Dan Kami teruskan jejak mereka (nabi-nabi Bani Israil) dengan mengutus Isa putra Maryam, membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu Taurat. Dan Kami menurunkan Injil kepadanya, di dalamnya terdapat petunjuk dan cahaya, dan membenarkan kitab yang sebelumnya yaitu Taurat, dan sebagai petunjuk serta pengajaran untuk orang-orang yang bertakwa." (QS. Al-Ma'idah 5: Ayat 46)

Kitab injil memuat beberapa ajaran pokok, antara lain sebagai berikut.
a. Perintah agar kembali kepada tauhid yang murni.
b. Ajaran yang menyempurnakan kitab Taurat.
c. Ajaran agar hidup sederhana dan menjauhi sifat tamak (rakus).
d. Pembenaran terhadap kitab-kitab yang datang sebelumnya.

4. Kitab Al-Qur'an
Al-Qur'an adalah kitab Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw. untuk dijadikan pedoman dan petunjuk hidup manusia agar bahagia di dunia dan akhirat. Allah Swt. berfirman:

اِنَّاۤ اَنْزَلْنٰهُ قُرْءٰنًا عَرَبِيًّا لَّعَلَّكُمْ تَعْقِلُوْنَ (٢)
Artinya: "Sesungguhnya Kami menurunkan berupa Qur'an dengan bahasa Arab, agar kamu memahaminya." (QS. Yusuf 12: Ayat 2)

Al-Qur'an sebagai kitab suci terakhir, isinya meliputi kitab-kitab terdahulu dan melengkapi aturan-aturan yang belum ada. Pada dasarnya kitab-kitab Allah sebelum kitab Al-Qur'an diturunkan kepada Nabi Muhammad seperti sebuah anak sungai yang mengalir menuju suatu aliran sungai besar. Kemudian dari sungai besar itu mengalir menuju ke samudra luas. Jadi risalah Nabi Muhammad saw., mencakup seluruh aspek yang ada dalam kitab-kitab sebelumnya.

Isi pokok kandungan Al-Qur'an adalah sebagai berikut.
a. Aqidah atau keimanan.
b. Ibadah, baik ibadah mahdhah maupun ghairu mahdhah.
c. Akhlak seorang hamba kepada khaliq, kepada sesama manusia dan alam sekitarnya.
d. Mu'amalah, yaitu hubungan manusia dengan sesama manusia.
e. Wa'ad dan wa'id.
f. Kisah nabi dan rasul, orang-orang saleh dan orang-orang yang ingkar.
g. Ilmu pengetahuan.

Nama lain Al-Qur'an
Al-Qur'an mempunyai beberapa nama lain, diantaranya sebagai berikut.

a. Al-Huda (petunjuk)
Karena ia berisi petunjuk bagi seluruh umat manusia.
b. Al-Haq (kebenaran)
Karena Al-Qur'an benar-benar dari Allah.
c. Al-Hukum (peraturan/hukum)
Karena Al-Qur'an berisikan hukum-hukum dan peraturan-peraturan.
d. Al-Hikmah
Karena segala yang terkandung dalam Al-Qur'an adalah kebijaksanaan.
e. Al-Kalam (firman Allah)
Karena Al-Qur'an merupakan firman Allah.


Demikian sedikit ulasan tentang kitab-kitab Allah. Semoga bermanfaat. Sekian dan terimakasih.

Referensi : Buku pend.Agama Islam dan Budi Pekerti Xl Semester 1

Read More
  • Share This:  
  •  Facebook
  •  Twitter
  •  Google+
  •  Stumble
  •  Digg

Wednesday, March 31, 2021

Puasa Ayyamul Bidh : Pengertian, Asal-usul, Anjuran, Niat dan Pahalanya

 ADITZY     11:25 AM     Agama, Info, Pendidikan     No comments   


Salah satu puasa yang dapat dilakukan setiap bulannya di tahun hijriyah adalah puasa Ayyamul Bidh. Apa itu puasa Ayyamul Bidh?

Merujuk pada penanggalan Islam, puasa sunnah ini dapat dilakukan tiap bulannya secara berturut-turut selama 3 hari pada hari ke 13, 14 dan 15 kecuali hari tasyrik pada 13 Dzulhijjah.

Asal-usul Puasa Ayyamul Bidh

Puasa ini juga disebut puasa putih, karena pelaksanaannya di tengah bulan bertepatan dengan terang-terangnya rembulan.

Menurut kitab Umdatul Qari Syarah, nama Ayyamul Bidh diambil dari kisah turunnya Nabi Adam ke bumi. Saat turun ke bumi, tubuh Nabi Adam terbakar matahari hingga membuatnya menjadi gosong. Lalu, melalui wahyunya Allah memberi petunjuk bagi Nabi Adam untuk berpuasa selama tiga hari. Saat menjalankan puasa selama 3 hari itulah, kulit Nabi Adam makin membaik dan hingga pada akhirnya di puasa hari ketiga seluruh badan Nabi Adam sudah kembali menjadi putih.

Baca juga : KHOTBAH : Pengertian, Ketentuan dan Pentingnya

Anjuran Puasa Ayyamul Bidh

Sunnah puasa ini telah diajarkan oleh Rasulullah SAW dan tertulis dalam hadits riwayat Imam Bukhari Berikut:

"Kekasihku (Muhammad SAW) mewasiatkan kepadaku tiga hal yang tidak akan aku tinggalkan seumur hidupku, yaitu berpuasa tiga hari dalam setiap bulan, Sholat Dhuha, dan Sholat Witir sebelum tidur."

Wasiat ini tentu saja bukan hanya untuk Abu Darda ra, melainkan untuk umat Islam di seluruh dunia. Sebab Rasulullah SAW juga memberikan anjuran serupa kepada Abu Dzar. Disebutkan dalam hadits riwayat Tirmidzi dan Imam An Nasai, Nabi Muhammad SAW bersabda, "Hai Abu Dzar, jika engkau ingin berpuasa tiga hari setiap bulannya, maka berpuasalah pada tanggal 13, 14, dan 15 (dalam kalender Hijriyah)".

Rasulullah SAW juga tidak pernah meninggalkan puasa ayyamul bidh, kecuali saat bepergian atau pun melakukan perjalanan jauh.

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يُفْطِرُ أَيَّامَ الْبِيضِ فِي حَضَرٍ وَلَا سَفَرٍ

"Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam biasa berpuasa pada ayyamul bidh ketika tidak bepergian maupun ketika bersafar." (H.R Imam An Nasai nomor 2347).

Bacaan niat puasa ayyamul bidh

Bagi umat Islam yang ingin mengerjakan puasa sunnah Ayyamul Bidh dapat mengawalinya dengan niat berikut:

نَوَيْتُ صَوْمَ اَيَّامَ اْلبِيْضِ سُنَّةً لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma Ayyamul Bidh sunnatan lillahi Ta'ala.

Artinya: "Saya niat puasa pada hari-hari putih, sunnah karena Allah ta'ala."

Seperti Berpuasa Sepanjang Tahun

Keutamaan berpuasa Ayyamul Bidh diibaratkan dengan melakukan puasa sepanjang tahun. Setiap berpuasa sunnah dalam 1 hari maka kebaikan yang kita buat akan dijadikan berlipat ganda hingga 10 kali lipat.

Maka jika kita berpuasa 3 hari dalam satu bulan, maka akan mendapatkan 30 hari kebaikan.

"Sungguh, cukup bagimu berpuasa selama tiga hari dalam setiap bulan, sebab kamu akan menerima sepuluh kali lipat pada setiap kebaikan yang Kau lakukan. Karena itu, maka puasa ayyamul bidh sama dengan berpuasa setahun penuh," (HR Bukhari-Muslim).

Demikian informasi tentang apa itu Puasa Ayyamul Bidh. Semoga bermanfaat. Sekian dan terima kasih.


Referensi :

https://www.suara.com/news/2021/03/28/121925/apa-itu-puasa-ayyamul-bidh?page=2

https://news.detik.com/berita/d-5154417/niat-puasa-ayyamul-bidh-keutamaannya-seperti-ibadah-sepanjang-tahun

Read More
  • Share This:  
  •  Facebook
  •  Twitter
  •  Google+
  •  Stumble
  •  Digg

Friday, January 8, 2021

Hadist (Lengkap): Pengertian Hadist, Jenis, Tokoh Perawi dan Kodifikasi

 ADITZY     5:15 AM     Agama, Info, Pendidikan     No comments   

Definisi Umum Hadits

Pengertian hadits adalah segala bentuk perkataan, perbuatan, persetujuan serta beberapa ketetapan dari Rasulullah SAW yang dijadikan sebagai suatu dasar ketetapan dalam hukum agama Islam.

Pengertian Hadits Menurut Etimologi

Secara harfiah, hadits berarti perkataan atau percakapan. Sedangkan menurut terminologi dalam agama Islam, hadits merupakan ketetapan dan hukum dalam agama Islam yang berasal dari perkataan, perbuatan, berikut ketetapan dan juga persetujuan dari Rasulullah SAW. Hadits termasuk salah satu sumber hukum dalam Islam selain Al-qur’an, ijma dan juga qiyas.

Definisi Hadits Menurut Ahli

Menurut ahli hadits diantaranya adalah Al Hafidz dalam Syarh Al bukhary dan Al Hafizh dari Shakawu, hadits adalah segala ucapan, perbuatan, dan juga keadaan dari Nabi Muhammad SAW termasuk didalamnya segala macam keadaan beliau yang diriwayatkan dalam sejarah baik itu tentang kelahiran beliau, tempat tempat tertentu dan peristiwa peristiwa tertentu yang berkaitan dengan itu, baik sebelum dibangkitkan sebagai Rasulullah maupun setelahnya.

Periwayat Hadits Dalam Islam

Contoh Hadist tentang Suap yang ramai saat Pemilu

Kiranya jika dirunut satu persatu, sangat banyak periwayat hadits Rasulullah, namun hanya beberapa ulama yang biasanya dijadikan referensi untuk mempelajari kehidupan Nabi berikut mempelajari tentang hadits tersebut, diantaranya adalah Imam Muslim, Imam Bukhari, Imam Turmudzi, Imam Ibnu Majah, Imam Ahmad, Imam Nasa’i dan Imam Abu Daud.

Berbicara tentang hadits, tentunya anda juga tidak dapat lepas dari sanad. Sanad berarti rantai perawi hadits. Sanad biasanya adalah seluruh perawi baik itu orang yang bertugas mencatat hadits dalam kitab maupun yang ditugaskan untuk mengumpulkannya. Sanad memberikan suatu gagasan tentang bentuk keaslian dari suatu riwayat.

Macam-Macam Hadits

Secara garis besar, hadits dapat terdiri dari 3 macam yang dilihat dari banyak sedikitnya perawi, macam periwayatannya, dan cacatnya perawi yang bersangkutan. Adapaun penjelasan dan macam macam dari hadits tersebut menurut pembagiannya adalah :

1. Banyak Sedikit Perawi

Contoh Kitab Shahih Bukhari (alqur’anmulia – WordPress.com)

Menurut pembagiannya yang dilihat dari aspek banyak sedikitnya perawi, hadits dapat digolongkan menjadi beberapa jenis, diantaranya adalah hadits mutawasir dan hadits ahad.

  • Hadits mutawasir merupakan jenis hadits yang diriwayatkan oleh sekelompok orang yang berasal dari beberapa sanad yang kesemuanya tidak sepakat untuk berbohong. Berita berita yang diterimanya hampir semuanya dapat ditangkap oleh panca indera dan diterima oleh sejumlah orang yang berkedudukan sama.
  • Hadits ahad merupakan hadits yang diriwayatkan oleh satu atau lebih orang, namun tidak mencapai tingkatan mutawasir. Sifat hadits ini disebut sebagai zhonny. Hadits ahad ini dapat digolongkan lagi menjadi 3 jenis yang dilihat dari segi sanadnya, diantaranya adalah hadits shahih, hadits shohih, dan hadist hasan.

2. Menurut Periwayat

Menurut pembagiannya yang dilihat dari segi macam periwayatannya, hadits dapat digolongkan menjadi 2 jenis, yaitu hadits bersambung sanad dan hadits terputus sanad.

Contoh hadits tersambung sanad adalah hadits maushul dan hadits marfu. Sedangkan contoh hadits terputus sanad diantaranya adalah hadits mursal, hadits mudallas, hadits munqathi, hadits mudhol, dan hadits muallaq.

3. Cacat Tidaknya Perawi

Menurut pembagiannya yang dilihat dari cacatnya perawi, hadits dapat digolongkan menjadi beberapa jenis, diantaranya adalah:

  • Hadits maudhu yang berarti dilarang,
  • Hadits matru’ yang artinya harus ditinggalkan,
  • Hadits mungkar yang hanya diriwayatkan oleh satu orang saja,
  • Hadits muallaq yang mempunyai suatu cacat tersembunyi, dan
  • Hadits mudhthorib yang isinya sangat kacau.

Tokoh Populer Hadits

1. Shahih Bukhari

Tokoh pertama yang akan dibahas adalah Shahih Bukhari yang menyusun hadits hadits sejak tahun 194 hingga 256 hijriah. Dalam buku seorang Shahih Al Bukhari, tedapat 7275 hadits termasuk beberapa hadits yang berulang.

Untuk hadits yang tanpa adanya pengulangan, jika dihitung berjumlah 4000 hadits. Terdapat beberapa ulama yang menyatakan bahwa hanya sedikit dari buku tersebut yang tidak dimuat dalam hadits yang mereka tulis kembali. Meskipun begitu, pendapat yang paling benar adalah banyak dari hadits shahih lainnya yang dilewatkan oleh beberapa ulama yang menulis ulang hadits shahih tersebut.

2. Shahih Muslim

Contoh kitab hadist shahih muslim (nu online)

Tokoh kedua adalah shahih Muslim yang dikodifikasikan sejak tahun 204 sampai 262 hijriah. Dalam riwayat seorang ahmad bin Salamah, beliau berkata “aku telah banyak menulis bersama dengan Shahih Muslim untuk menyusun kitab shahinya dalam kurun waktu 15 tahun”. Kitab tersebut berisikan 12000 hadits. Menurut Ibnu Salah, beliau menyebutkan bahwa jumlah hadits shahih muslim hanyalah sebanyak 4000 hadits saja.

Berdasarkan kedua pendapat tersebut, dapat diperoleh kesimpulan bahwa dalam menghitung jumlah hadits yang dimasukkan oleh para ulama digunakan penyebutan secara berulang ataupun penyebutan hadits secara tak berulang.

Shahih Muslim mengatakan bahwa, tidak setiap hadits yang ditulisnya adalah berdasarkan pendapatnya sendiri, ia hanya mencantumkan hadits yang telah banyak disepakati oleh para ulama hadits. Bahkan shahih muslim pernah berkata bahwa beliau sangat gembira atas semua karunia dari Allah SWT yang telah diterimanya.

Hadits Yang Bertentangan Dengan Al Quran

Hadits sebenarnya merupakan suatu jenis hukum yang dibuat tidak bertentangan dengan sumber utama dalam Al quran. Namun, seiring dengan berjalannya waktu, terdapat beberapa jenis hadits yang mulai bertentangan dengan isi Al quran. Contohnya tentang waktu kejadian dan juga waktu turunnya beberapa hadits. Rasulullah pernah bersabda dalam suatu hadits mutawattir yang berbunyi “ “barang siapa yang sengaja berdusta atasku maka hendaklah dia mengamil temoat duduknya dari neraka.”

Dalam hadits yang lainnya juga dijelaskan mengenai sabda Rasulullah SAW ini, namun terdapat dugaan bahwa hal tersebut merupakan dusta dan menjadi golongan orang orang yang berdusta. Tugas yang berkaitan dengan Al quran dan Sunnah adalah untuk memahaminya, bukan untuk melakukan penolakan apalagi membantahnya.

 Maka dari itu, jika terdapat pertentangan dalam hal hal yang telah disebutkan tadi, maka yang dipersalahkan adalah akal dari manusia, bukan nashnya. Allah SWT pun pernah berfirman dalam Surah Asy Syura : 10 yang intinya menyatakan bahwa, jika suatu saat terdapat perselisihan dan persoalan, maka kembalikan semua masalah tersebut pada Al quran.

Kodifikasi Hadits

Kodifikasi hadits sebagai sebuah kitab baru dilakukan setelah 200 tahun sejak wafatnya Rasulullah SAW sehingga tidak heran jika hadits tersebut sangat rentan dipalsukan karena tidak langsung berasal dari Rasulullah SAW.

Hadits palsu atau hadits dhoif sangat mudah untuk dibuat, salah satunya adalah hadits dari HR Moslem dan shahih moslem volume sekian yang berbunyi “berzinahlah kalian, karena zina itu tidak termasuk dosa”. Tentu saja hadits tersebut ditolak karena individu yang meriwayatkan hadits tersebut tidak pernah bertemu dengan Nabi Muhammad SAW.

Selain itu, kata kata dalam hadits yang bersangkutan sudah barang tentu bertentangan dengan ajaran dalam Al quran dan syariat agama Islam, sehingga sudah tidak dapat diragukan lagi bahwa hadits tersebut merupakan hadits palsu atau hadist dhoif yang tidak berasal dari Nabi Muhammad SAW langsung.

Ketentuan tentang zina ini tentunya sudah banyak dipahami oleh umat muslim dimana mendekati zina dan melakukan perzinahan dalam Islam termasuk dalam golongan dosa besar yang aturannya bertentangan dengan bunyi hadits sebagaimana telah disebutkan diatas.

Demikian sedikit informasi tentang pengertian dan seluk beluk hadits Rasulullah SAW. Semoga informasi dalam artikel ini bermanfaat bagi kita semua. Terimakasih.



Referensi : https://belajargiat.id/hadits/

Read More
  • Share This:  
  •  Facebook
  •  Twitter
  •  Google+
  •  Stumble
  •  Digg
Older Posts Home
View mobile version
Calendar Widget by CalendarLabs

Popular Posts

  • Lompat di Atas Kuda-Kuda Kangkang dan Jongkok
          Pada bagian ini , Anda akan berlatih senam ketangkasan dengan menggunakan alat. Alat yang digunakan, yaitu kuda-kuda lompat sebaga...
  • Jalan Cepat: Pengertian, Teknik, Tahapan, Peraturan, dan Karakteristik
    Sumber : koran.tempo.co Materi nomor cabang atletik jalan cepat ( race walking ) ini bertujuan untuk mengembangkan berbagai pola gerak dasar...
  • Baseball : Ukuran Lapangan Permainan Baseball/Bisbol dan Gambar
    Baseball  atau bisbol adalah sebuah permainan yang populer di Amerika.Tak seorangpun penduduk di sana yang tak mengenal olahraga baseball i...
  • Tes Kebugaran Jasmani, Pengukuran Daya Tahan Otot Jantung dan Paru-Paru
         Tes  kebugaran jasmani  merupakan suatu alat untuk mengukur tingkat kebugaran jasmani seseorang. Dalam tes ini, yang menjadi objek pen...

Categories

  • Agama
  • Atletik
  • Bahasa Indonesia
  • Hardware
  • Info
  • Jaringan
  • Komputer
  • Konfigurasi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Sains
  • Software
  • Tutorial

Blog Archive

  • ▼  2021 (20)
    • ▼  September (1)
      • Sepeda Motor : Pengertian, Sejarah dan Jenis-Jenis...
    • ►  April (5)
    • ►  March (4)
    • ►  January (10)
  • ►  2020 (1)
    • ►  December (1)
  • ►  2018 (5)
    • ►  June (5)
  • ►  2017 (8)
    • ►  June (1)
    • ►  May (6)
    • ►  March (1)
  • ►  2016 (1)
    • ►  October (1)
Flag Counter

About Me

ADITZY
View my complete profile

Find Us On Facebook

Tags

  • Agama (5)
  • Atletik (3)
  • Bahasa Indonesia (1)
  • Hardware (6)
  • Info (17)
  • Jaringan (2)
  • Komputer (8)
  • Konfigurasi (2)
  • Olahraga (16)
  • Otomotif (1)
  • Pendidikan (16)
  • Sains (1)
  • Software (3)
  • Tutorial (4)

Tags

Facebook

  • Home
  • Features
  • _Multi DropDown
  • __DropDown 1
  • __DropDown 2
  • __DropDown 3
  • _ShortCodes
  • _SiteMap
  • _Error Page
  • Documentation
  • _Web Documentation
  • _Video Documentation
  • Download This Template

Most Popular

Social Widget

Selamat Berkunjung dan Terimakasih

Copyright © ADI WEB | Powered by Blogger
Design by 'As Blog | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com | Distributed By Gooyaabi Templates