ADI WEB

  • Home
  • About
  • Disclaimer
  • Sitemap
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Home
  • Atletik
  • Bola Besar
  • Bola Kecil
  • Bela Diri
  • Renang
  • Senam
  • Others
Showing posts with label Olahraga. Show all posts
Showing posts with label Olahraga. Show all posts

Monday, April 5, 2021

Jalan Cepat: Pengertian, Teknik, Tahapan, Peraturan, dan Karakteristik

 ADITZY     7:02 PM     Atletik, Olahraga     No comments   

Sumber : koran.tempo.co

Materi nomor cabang atletik jalan cepat (
race walking) ini bertujuan untuk mengembangkan berbagai pola gerak dasar berjalan, terutama yang memiliki ciri gerak lokomotor.
Berjalan merupakan bergerak kedepan tanpa hubungan terputus dengan tanah. Setiap kali melakukan gerakan langkah harus menyentuh tanah sebelum kaki meninggalkan tanah, menjaga lutut lurus dan tidak bengkok dan posisi tumpuan kaki dalam keadaan tegak lurus.
Untuk pengertian jalan cepat sendiri adalah sama dengan pengertian berjalan, akan tetapi ada penambahan kecepatan atau frekuensi langkah dan teknik gerakan.

Pengertian Jalan Cepat

Jalan cepat adalah bergerak kedepan tanpa hubungan terputus dengan tanah. Setiap melangkah, kaki depan harus menyentuh tanah sebelum kaki belakang meninggalkan tanah. Saat melangkah satu kaki harus berada di tanah, maka kaki tersebut harus lurus dan lutut tidak bengkok dan tumpuan kaki dalam keadaan posisi tegak lurus.

Dalam jalan cepat nomor-nomor yang diperlombakan adalah sebagai berikut:

Putra = 20 dan 50 km

Putri  = 10 dan 10 km

Teknik Jalan Cepat

Sumber : kelaspjok.com

Jalan cepat merupakan salah satu nomor dalam cabang atletik dan resmi diperlombakan dalam kejuaraan-kejuaraan atletik, baik secara nasional maupun internasional. Teknik pelaksanaan jalan cepat dapat dirinci sebagai berikut:

1. Start

Startnya menggunakan start berdiri, karena start dalam jalan cepat tidak mempunyai pengaruh yang berarti, maka tidak perlu ada teknik khusus yang perlu dipelajari atau dilatih.

Sikap start yang lazim digunakan ada pada aba-aba "Bersedia" peserta menempatkan kaki kiri di belakang garis start, sedang kaki kanan di samping belakang kaki kiri, dengan badan agak condong ke depan dan kedua lengan rileks.

Pada aba-aba "Ya" atau bunyi tembakan pistol, segera melangkahkan kaki kanan ke depan, disusul kaki kiri dan terus berjalan.

2. Langkah

Langkah dimulai dengan gerakan mengangkat paha kaki ayun ke depan lutut, terlihat tungkai bawah bergantung lemas, karena ayunan paha ke depan, tungkai bawah ikut terayun ke depan, menyebabkan lutut menjadi lurus.

Kemudianmenapak pada tumit terlebih dahulu menyentuh tanah, bersamaan dengan mengangkat tumit, selanjutnya ujung kaki tumpu lepas dari tanah, ganti dengan kaki ayun. Begitu seterusnya selalu ada kaki yang menumpu, jadi tidak ada saat melayang.

3. Condong Badan

Mulai dari kepala, punggung/dada, pinggang sampai tungkai bawah sedikit condong ke depan.

4. Ayunan Lengan

Siku ditekuk kurang lebih 90 derajat, ayunan lengan kiri ke depan bersamaan dengan mengangkat paha dan kaki kanan, sehingga koordinasinya adalah lengan kiri bersamaan dengan kaki kanan, dan lengan kanan bersamaan dengan kaki kiri.

5. Finish

Tidak ada teknik khusus gerakan masuk finish dalam jalan cepat. Biasanya jalan terus sampai melewati garis finish, baru dikendorkan kecepatannya setelah melewati kira-kira 3-5 meter.

Untuk memperoleh langkah-langkah yang benar, maka pemindahan badan dan kaki satu ke kaki yang lain harus nampak jelas, ini kelihatan pada gerak panggul. Gerakan ini perlu dilatih agar terbiasa melakukan teknik jalan cepat yang benar.

Jadi, sikap dan gerakan jalan cepat adalah badan dalam posisi tegak, pandangan lurus ke depan, siku ditekuk, tangan kepalkan dengan rileks.

Karakteristik Jalan Cepat

Secara umum karakteristik gerak dasar jalan cepat tidak terlalu berbeda dengan karakteristik gerak dasar jalan biasa hanya pada beberapa gerakan tertentu gerak dasar jalan cepat lebih kompleks. Adapun karaktersitik gerak dasar jalan cepat adalah sebagai berikut:

  • Angkat paha kaki ayun ke depan lutut.

  • Tungkai bawah bergantung rileks sambil mengayun paha ke depan.

  • Tungkai bawah ikut terayun ke depan sehingga lutut menjadi lurus.

  • Saat mendaratkan kaki ke tanah terlebih dahulu harus tumit kaki.

  • Bersamaan dengan mengangkat tumit, ujung kaki tumpu lepas dari tanah ganti dengan kaki ayun.

  • Posisi badan saat melangkah dengan posisi kepala, punggung, dada, pinggang, hingga tungkai bawah sedikit condong ke depan. 

  • Sikut dilipat 90 derajat, ayunan lengan kiri ke depan bersamaan dengan mengangkat paha dan kaki kanan.

  • Koordinasi gerakan dilakukan antara lengan kiri bersamaan dengan kaki kanan dan lengan kanan bersamaan dengan kaki kaki kiri jalan cepat.

Kesalahan yang mungkin terjadi saat melakukan gerak dasar jalan cepat adalah sebagai berikut:

  • Saat melangkah tungkai bawah tidak rileks dan berada dalam posisi lurus.

  • Kaki melangkah dengan menggunakan seluruh telapak kaki dan menolak dengan ujung kaki. 

  • Ayunan lengan terlalu lurus dan kaku.

Fase / Tahapan Jalan Cepat

Adapun tahapan atau fase dalam olahraga jalan cepat adalah sebagai berikut:

  1. Fase tumpuan dua kaki, fase ini terjadi sangat singkat. Pada saat kedua kaki menyentuh tanah, pada saat itu pula berakhir dorongan yang diikuti oleh gerakan tarikan. Tarikan ini lebih lama dan menyebabkan gerakan berlawanan antara bahu dan pinggul.
  2. Fase tarikan, fase ini dimulai setelah gerakan terdahulu selesai. Gerakan ini dilakukan oleh kaki depan akibat kerja tumit dan koordinasi seluruh bagian badan. Gerakan ini selesai apabila badan berada di atas kaki penopang.
  3. Fase relaksasi, fase ini berada antara selesainya fase tarikan dan awal dari fase dorongan kaki. Pinggang ada pada bidang yang sama dengan bahu. Lengan vertikal dan paralel di samping badan.
  4. Fase dorongan, fase ini dilakukan apabila fase terdahulu selesai dan bila titik pusat grativasi badan mengambil alih kaki tumpu.

Peraturan Jalan Cepat

Adapun pokok peraturan jalan cepat adalah sebagai berikut:

  1. Pada waktu melangkah, salah satu kaki harus selalu tetap kontak dengan tanah.
  2. Diskualifikasi(larangan melanjutkan perlombaan), disebabkan oleh:
  • Gagal/ tidak memenuhi definisi jalan cepat pada waktu perlombaan.
  • Melakukanpelanggaran pada saat perlombaan berlangsung.
  • Padasaat lomba jalan cepat yang dilaksanakan di track (lintasan) peserta terkena diskualifikasi harus meninggalkan lintasan. Jika perlombaan jalan cepat dilaksanakan di jalan raya peserta yang kena diskualifikasi harus mencopot nomor di dadanya dan segera keluar meninggalkan perlombaan. 

Demikianlah artikel tentang pengertian jalan cepat, teknik, fase/tahapan, karakteristik dan peraturannya. Semoga bermanfaat. Sekian dan terima kasih.


Referensi : https://www.materiolahraga.com/2019/05/pengertian-jalan-cepat.html

Read More
  • Share This:  
  •  Facebook
  •  Twitter
  •  Google+
  •  Stumble
  •  Digg

Sunday, March 28, 2021

Permainan Softball : Pengertian, Sejarah, Teknik Dasar, dan Peralatan Permainan Softball

 ADITZY     5:31 PM     Info, Olahraga, Pendidikan     No comments   

Apakah kalian tahu apa yang dimaksud dengan softball? Menurut Wikipedia softball atau dikenal dengan sofbol adalah olahraga bola beregu yang terdiri dari dua tim.

Di Indonesia softball mirip dengan permainan Bola Kasti. Permainan softball dimainkan oleh 9 orang pemain dan bermain dalam 7 inning, yaitu masing-masing regu mendapat giliran menjadi pemain bertahan dan menyerang masing-masing 7 kali.

Untuk mengetahuil lebih jelasnya mengenai permainan softball. Simaklah artikel dibawah ini.

Permainan Softball

Pengertian Permainan Softball

Apa itu permainan softball? Pengertian softball atau sofbol adalah olahraga bola beregu yang terdiri dari 2 (dua) tim. Dalam pemainan softball ada dua regu yang bertanding yaitu regu yang berjaga defensif dan regu yang memukul offensif.

Softball merupakan perkembangan dari olahraga sejenis yaitu bisbol (baseball) hanya saja memiliki ukuran bola yang lebih besar berdiameter 28-30,5 cm dan tidak terlalu keras.

Permainan softball disebut juga Indoor-Baseball, termasuk olahraga beregu yang dikelompokkan ke dalam permainan bola pukul. Sekilas permainan ini mirip dengan permainan bola kasti, tetapi dalam permainan softball benar-benar membutuhkan ketangkasan dan menguras banyak pikiran (Agus Mukholid, 2004:58).

Softball dimainkan oleh 9 (sembilan) orang pemain dan bermain dalam 7 inning, yaitu masing-masing regu mendapat giliran menjadi pemain bertahan dan menyerang masing-masing sebanyak 7 kali. Pergantian ini apabila regu bertahan berhasil mematikan pemain dari regu penyerang sebanyak 3 orang.

Cara memainkannya yaitu

  • Seorang pemukul melakukan pukulan terhadap bola yang dilemparkan oleh pelempar bola (pitcher). Bola dipukul dengan menggunakan alat pukul (bat).

  • Pelempar bola bertugas dari tengah lapangan, dimana anggota regunya bertugas juga di tiga home base, 4 di luar lapangan dan satu di home plate.

  • Seorang pemukul, harus berhasil mengelilingi semua base sebelum bola mengenai base yang ditujunya.

  • Pemukul dapat menolak lemparan bola yang dirasa tidak sesuai, akan tetapi

  • Lemparan yang ketiga harus dipukul. (Agus Mukholid, 2004:58)

Sejarah Singkat Permainan Softball

Permainan softball merupakan cabang olahraga yang dapat dimainkan oleh berbagai kalangan, putra-putri, anak-anak, maupun orang dewasa.

Permainan ini diciptakan oleh George Hancock pada tahun 1887 di Amerika Serikat dan pertama kali dimainkan di Chicago

Pada saat itu softball dikenal dalam bentk permainan dalam ruangan atau ditempat tertutup, namun pada tahun 1930 di ubah menjadi permainan di lapangan terbuka oleh H. Fiscer dan M.J Panley.

Dengan berkembangnya permainan ini di berbagai tempat, maka diperlukan peraturan-peraturan. Maka lahirlah Federasi Softball Internasional (ISF). Badan inilah yang membuat peraturan-peraturan tentang softball yang berlaku secara universal, baik di Indonesia maupun di Eropa.

Sampai tahun 1966 permainan softball di Indonesia masih dianggap sebagai olahraga kaum wanita, setelah Asean Games Bangkok barulah kaum pria bermain softball.

Pertama kali softball masuk agenda Pekan Olahraga Nasional (PON) di Indonesia pada penyelenggaraan PON ke VII di Surabaya (Engkos Kosasih, 1993:314).

Teknik Dasar Bermain Softball

Endang Widyastuti (2013:17) mengatakan bahwa untuk dapat menjadi pemain softball yang baik haruslah menguasai teknik-teknik dasar yang menunjang permainan karena berkaitan dengan taktik dan strategi pertahanan dan penyerangan.

Keterampilan yang harus dimiliki tersebut antara lain teknik memegang bola, teknik melempar bola, teknik menangkap bola, teknik memegang alat pukul, teknik memukul, teknik berlari ke base, dan teknik sliding.

1. Teknik Memegang Bola

Adapun macam-macam pegangan dalam memegang bola softball yaitu:

  1. Pegangan Empat Jari atau Four Finger Grip
  2. Pegangan Dua Jari atau Two Finger GripP
  3. PeganganTiga Jari atau Three Finger Grip

2. Teknik Melempar Bola

Adapun jenis-jenis teknik lemparan bola softball yaitu:

  1. Teknik Lempar Atas atau Overhand Throw
  2. Teknik Lemparan Bawah atau Under Hand TossL
  3. LemparanSamping atau Side Hand Throw

3. Teknik Menangkap Bola

Adapun jenis-jenis teknik menangkap bola softball yaitu:

  1. Menangkap bola lurus
  2. Menangkap bola lambung atau fly ball
  3. Menangkapbola gulir atau groundball

4. Teknik Memegang Alat Pukul (Bat)

Adapun jenis-jenis teknik memegang bat bola softball yaitu:

  1. Pegangan bawah
  2. Pegangan tengah
  3. Peganganatas

5. Teknik Memukul Softball

6. Teknik Berlari ke Base atau Antar Base

7. Teknik Sliding atau Meluncur


Peralatan dalam bermain Softball

Peralatan Softball

Perlengkapan untuk dapat bermain softball dengan aman dan lancar. Peralatan yang digunakan bermain antara lain:

1. Glove (pelindung tangan)

Sarung tangan (glove) dikenakan oleh seluruh pemain bertahan untuk menangkap bola, sementara first baseman dan catcher mengenakan mitt (glove mempunyai jari, sedangkan mitt tidak).

2. Bola Softball

Minimal peralatan yang dibutuhkan dalam sebuah pertandingan softball termasuk sebuah bola. Softbol menggunakan bola berwarna kuning dengan benang rip berwarna merah, yang sebelumnya berwarna putih dengan grip putih.

3. Pemukul (Bat)

Tongkat pemukul (bat) yang digunakan  dalam pertandingan resmi adalah bat khusus yang diperuntukkan untuk softball. Ketentuan pemakaian dan karakteristik bat yang boleh digunakan tertuang dalam peraturan Federasi Softball Internasional.

4. Helm (Light guard)

5. Body protector

6. Masker

7. Sepatu Pool (Cleats)

8. Topi

9. Seragam

10. Lapangan Permainan Softball

 

Demikianlah artikel tentang Permainan Softball: Pengertian, Sejarah, Teknik Dasar, Peralatan. Semoga bermanfaat bagi anda. Sekian dan terima kasih.


Referensi : https://www.materiolahraga.com/2018/06/pengertian-sejarah-teknik-peraturan-softball.html?m=1

Read More
  • Share This:  
  •  Facebook
  •  Twitter
  •  Google+
  •  Stumble
  •  Digg

Baseball : Ukuran Lapangan Permainan Baseball/Bisbol dan Gambar

 ADITZY     4:30 PM     Info, Olahraga, Pendidikan     No comments   

Baseball atau bisbol adalah sebuah permainan yang populer di Amerika.Tak seorangpun penduduk di sana yang tak mengenal olahraga baseball ini.

Kemudian menjalar dengan populer ke negara-negara sekitarnya, seperti Kanada, Meksiko, Amerika Latin, serta beberapa negara di Asia, termasuk Jepang.

Demikian besar pengaruhnya dalam kehidupan bangsa Amerika sehingga banyak istilah-istilah baseball diambil menjadi bahas sehari-hari di sana seperti pitch-it, dan going to bat.

Lapangan Baseball

Baseball adalah suatu permainan yang dilakukan oleh 2 regu, dengan masing-masing beranggotakan 9 orang. Masing-masing akan bertindak sebagai regu pemukul dan penjaga. Regu pemukul akan berusaha berlari-lari antarbase, sedang penjaga yang bertugas melambung bola akan berusaha mematikan lari para pemain lawannya.

Permainan ini tidak banyak berbeda dengan permainan softball. Secara garis besar dapat disebutkan perbedaannya dengan softball, antara lain, ukuran lapangan, kayu pemukul dan bola, cara pitcher melambungkan bola dan gerak tipu, cara meninggalkan base (benteng), dan jumlah inning (babak) dalam permainan.

Baca juga : Baseball - Pengertian, Sejarah, dan Teknik Dasar

Ukuran Lapangan Baseball

Lapangan yang diperlukan dalam permainan baseball/bisbol profesional adalah tanah lapang yang berukuran kira-kira 0,8 hektar. Di salah satu ujung lapangan dibentuk belah ketupat.

Belah ketupat ini sebenarnya persegi dengan ukuran sisi 90 kaki (27,45 m), ditandai dengan satu base pada masing-masing sudutnya.

Ukuran Lapangan Baseball

Sudut puncak lapangan disebut home base atau home plate. Base yang lain disebut base pertama, kedua, dan ketiga.

Perluasan atau perpanjangan dari garis-garis pada base dihubungkan dengan home base dan base pertama, serta home base dengan base ketiga menandai batas luas lapangan yang kemudian membentuk seperti huruf V, dimana bola yang dipukul dianggap fair atau sah dan yang berada diluar dianggap tidak sah.

Lapangan bisbol terdiri atas tiga bagian yaitu daerah dalam (infield), daerah luar (outfield) dan daerah foul.

Bentuk lapangan baseball hampir mirip dengan lapangan softball, akan tetapi perbedaannya terletak pada jaraknya.

Lapangan baseball mempunyai jarak dari home base dan pitcher plate sepanjang 18,45 meter. Disamping itu, jarak tiap-tiap base adalah 27,45 meter. Sementara itu terdapat picher plate berukuran 60 x 15 cm, tempat pitcher melempar bola.

Baca juga : Permainan Softball : Pengertian, Sejarah, Teknik Dasar, dan Peralatannya

Demikianlah artikel tentang ukuran lapangan permainan baseball beserta gambarnya. Semoga bermanfaat bagi Anda. Sekian dan terima kasih.


Referensi : https://www.materiolahraga.com/2019/02/ukuran-lapangan-permainan-baseball-dan-gambarnya.html?m=1

Read More
  • Share This:  
  •  Facebook
  •  Twitter
  •  Google+
  •  Stumble
  •  Digg

Baseball : Pengertian, Sejarah, dan Teknik Dasar Permainan Baseball

 ADITZY     4:04 PM     Info, Olahraga, Pendidikan     No comments   

 

Sumber : washingtonpost.com

Pengertian Baseball / Bisbol

Baseball atau biasa disebut Bisbol adalah salah satu cabang olahraga dari permainan bola kecil yang terdiri dari 2 regu saling berlawanan, dengan setiap regu beranggotakan 9 pemain.

Tujuan dari olahraga ini adalah mempertahankan tim untuk tetap menjadi batting (pemukul bola) agar bisa memperoleh angka supaya dapat memenangkan pertandingan.

Sejarah Baseball / Bisbol

Sebenarnya, dunia masih memperdebatkan tentang dari mana asal olahraga baseball. Ada yang bilang berasal dari Amerika, dan ada juga yang bilang bahwa baseball berasal dari Inggris. Pada tahun 1903, seorang penulis berita olahraga serta sejarawan kelahiran Inggris yang bernama Henry Chadwick menerbitkan sebuah berita yang membahas tentang baseball  berasal dari Inggris yang diambil dan dikembangkan dari permainan rounders.

Albert Spalding, adalah mantan pemain baseball dan seorang owner Chicago White Stockings mendengar serta langsung membantah berita tersebut. Dia menegaskan bahwa Baseball merupakan olahraga yang berasal dari Amerika Serikat yang diciptakan oleh Abner Doubleday. Albert meminta organisasi – organisasi baseball seluruh dunia untuk menyelidiki dari mana asal baseball. Akhirnya dunia menyatakan bahwa Amerika menjadi negara yang menciptakan baseball dengan Abner Doubleday sebagai bapak dari olahraga baseball.

Bukti – bukti yang menjadikan Amerika Serikat sebagai negara yang pertama kali memainkan baseball  adalah olahraga ini selalu dimainkan setiap hari sabtu tepatnya di kota New York pada tahun 1823 dan juga klub pertama baseball berasal dari Amerika Serikat yaitu New York Knickerbockers yang dibentuk pada 23 september 1845.

Seiring berjalannya waktu, Olahraga baseball telah berkembang hingga ke seluruh dunia hingga dibentuklah IBAF (International Baseball Federation) pada tahun 1938 dengan tujuan untuk mengatur seluruh permasalah mengenai baseball di dunia. Sampai saat ini sudah sekitar 124 organisasi nasional menjadi anggota dari IBAF.

Baca juga : Ukuran Lapangan Permainan Baseball/Bisbol dan Gambarnya

Teknik Dasar Baseball / Bisbol

Adapun teknik dasar baseball atau bisbol terdiri atas 4 bagian, yaitu sebagai berikut.

1. Teknik Melempar Bola

Dalam melempar bola, para pelempar (pitcher) tidak boleh sembarangan dalam melempar, harus disertai dengan teknik yang benar agar pemukul (batter) tidak dapat memukul bola yang diberikan oleh pitcher. Cara melempar bola dalam baseball adalah mengayunkan tangan dari atas dan melempar bola tepat ke arah pemukul.

2. Teknik Memegang Stick

Untuk memaksimalkan pukulan dan mencegah terjadinya cedera saat memukul bola, alangkah baiknya anda mempelajari cara – cara memegang stick terlebih dahulu. Stick baseball harus dipegang dengan kedua tangan dengan erat agar stick tidak terlepas saat dipukul.

3. Teknik Memukul Bola

Pemukul (batter) harus bisa memukul dengan kuat dan mampu melihat dengan cepat dari mana arah datangnya bola. Peran pemukul dalam baseball sangat penting, karena 1 pemukul saja gagal dalam memukul, akan berakibat fatal bagi satu tim.

4. Teknik Menangkap Bola

Untuk urusan dalam menangkap bola, dapat diserahkan kepada catcher (penangkap bola). Agar dapat menangkap bola yang terlempar dengan keras, diperlukan sebuah teknik, yaitu jika tubuh anda semakin dekat dengan bola, maka kesempatan anda untuk menangkap bola malah makin besar.

Baca juga : Permainan Softball : Pengertian, Sejarah, Teknik Dasar, dan Peralatannya

Demikianlah artikel tentang olahraga baseball/bisbol yang meliputi pengertian, sejarah serta teknik dasar bisbolnya. Semoga bermanfaat bagi anda. Sekian dan terima kasih.


Referensi : https://www.materiolahraga.com/2018/05/pengertian-sejarah-teknik-dasar-baseball.html?m=1

Read More
  • Share This:  
  •  Facebook
  •  Twitter
  •  Google+
  •  Stumble
  •  Digg

Wednesday, January 13, 2021

Tolak Peluru (LENGKAP): Teknik Dasar, Peraturan dan Manfaat Tolak Peluru

 ADITZY     7:03 PM     Info, Olahraga, Pendidikan     No comments   

Bola Tolak Peluru | cerdika.com

Sedikit mengulas kembali artikel sebelumnya, tolak peluru adalah olahraga yang dilakukan dengan menolak sebuah bola dari besi sejauh – jauhnya. Olahraga ini diketahui berasal dari Inggris yang pada awalnya hanya untuk saling adu kekuatan saja bagi para kaum pria. Tapi lama – kelamaan mulai diperlombakan dan dijadikan sebagai olahraga karena memiliki banyak manfaat.

Adapun 2 gaya yang biasa digunakan para atlet untuk tolak peluru, yaitu Gaya O’Brien dan Gaya Ortodok. Bagi anda para pemula yang ingin belajar tolak peluru, kami sarankan untuk terlebih dahulu menguasai gaya o’brien. Kenapa? Karena gaya itu mudah dilakukan dari pada gaya ortodok. Berikut penjelasan lebih lengkapnya.

Untuk lebih jelas pengertian, sejarah dan gaya tolak peluru silahkan klik link di bawah!
Baca: Tolak Peluru (LENGKAP): Pengertian, Sejarah, dan Gaya Tolak Peluru

Teknik Dasar Tolak Peluru

Menurut Jess Jarver (2009:75) teknik dasar tolak peluru yang harus dikuasai setiap pemain meliputi: 1) cara memegang peluru, 2) sikap badan pada saat akan menolakkan peluru, 3) cara menolakkan peluru, 4) sikap badan setelah menolakkan peluru, 5) cara mengambil awalan. 

Untuk lebih jelasnya berikut teknik tolak peluru yang akan diuraikan secara singkat.

1. Teknik Memegang Peluru

Dalam memegang alat dari tolak peluru, harus disertai dengan teknik benar agar tidak cedera dan tolakan yang dihasilkan lebih maksimal. Berikut adalah teknik memegang peluru menurut situasi dan kondisi.

  • Biasanya para atlet professional menggunakan teknik ini, posisi jari rapat dengan jari jempol berada di samping serta jari kelingking berada di samping belakang peluru.

Teknik Memegang Peluru

  • Berbeda dengan teknik diatas, teknik ini dilakukan untuk orang yang memiliki jari yang kuat dan panjang, posisi jari sedikit direnggangkan dengan jari kelingking  ditekuk berada di samping peluru, dan jari jempol juga berada di samping.

Teknik Memegang Peluru

  • Kami rekomendasikan menggunakan teknik ini bagi anda yang memiliki tangan pendek dan jari - jari kecil, posisi jari – jari lebih direnggangkan dengan jari kelingking berada di belakang peluru dan jempol berada di samping peluru.

Teknik Memegang Peluru

Baca: PERMAINAN BOLA VOLI : Pengertian, Sejarah, Peraturan & Teknik Dasar Bola Voli

2. Teknik Menaruh Peluru

Adapun cara yang dilakukan dalam meletakkan peluru adalah ambil alat tolak peluru, lekatkan pada leher dan bahu bagian kanan (jika anda kidal, bisa lekatkan pada bagian kiri) seperti pada gambar.

Teknik Menaruh Peluru


3. Sikap Badan Pada saat akan Menolak

Berdiri tegak menyamping ke arah tolakan, kedua kaki dibuka / mengangkang, kaki kiri lurus ke depan, kaki kanan dengan lutut dibengkokkan ke depan sedikit agak seorang ke atas lemas. Tangan kiri digunakan untuk membantu serta menjaga keseimbangan, pandangan diarahkan ke arah tolakan. Untuk lebih jelasnya perhatikan gambar berikut:


4. Teknik Menolak Peluru

Dalam melakukan tolakan pada peluru, ada teknik yang harus anda perhatikan. Sebenarnya bukan teknik sih, orang menyebutnya dengan gaya. Ada 2 gaya dalam tolak peluru, yaitu Gaya O’Brien dan Gaya Ortodok.

5. Sikap Badan Setelah Menolakkan Peluru 

Sikap akhir menolak peluru merupakan salah satu faktor yang menentukan apakah tolakan yang dilakukan sah atau tidak. Menurut Edy Purnomo dan Dapan (2011:131) cara melakukan gerakan dan sikap akhir setelah menolak sebagai berikut:

  • Setelah peluru didorong atau ditolakkan itu lepas dari tangan, dengan cepat kaki yang digunakan untuk mendarat dengan lutut agak dibengkokkan.
  • Kaki kiri diangkat ke belakang lururs dan rileks untuk membantu keseimbangan.
  • Badan condong ke depan, dagu diangkat, badan agak miring ke samping kiri pandangan ke arah jatuhnya peluru. 
  • Tangan kanan dan siku agak dibengkokkan di depan sedikit agak ke bawah badan, tangan atau lengan kiri rileks lurus ke belakang untuk membantu menjaga keseimbangan. Untuk lebih jelasnya perhatikan gambar berikut:

Baca: Macam Macam Lari dalam Atletik yang Benar & Penjelasannya

6. Cara Mengambil Awalan

Menurut Edy Purnomo dan Dapan (2011:131) menjelaskan cara mengambil awalan dalam tolak peluru adalah sebagai berikut:

  • Pada waktu akan melakukan tolakan, kak yang di depan (kaki kiri) digerakkan ke depan ke belakang, atau diputar guna mendapatkan keseimbangan yang sempurna. Bersamaan dengan menolakkan kaki kanan kanan ke depan ke arah tolakan, kaki kiri digerakkan ke depan agak ke samping kiri lurus hingga menyentuh balok panahan.
  • Usahakan badan agak rendah dengan lutut kaki kanan agak dibengkokkan. Pada saat kaki kiri menyentuh balok panahan, secepat mungkin badan diputar ke arah tolakan, bersama dengan pinggul, pinggang, dan perut didorong ke depan hingga badan menghadap ke arah tolakan. Secepat mungkin peluru ditolakkan sekuat-kuatnya ke depan atas dengan bantuan menggerakkan seluruh tenaga badan.


Kesalahan Gerakan Tolak Peluru

Hal-hal yang akan menyebabkan diskualifikasi saat melakukan tolak peluru yaitu, sebagai berikut:

  • saat awalan kaki ke luar lingkaran;
  • setelah melakukan tolakan tangan menyentuh batas akhir tolakan;
  • kaki menyentuh atau ke luar batas akhir tolakan;
  • peluru jatuh di luar garis area tolakan.
Baca: Pengertian Lempar Lembing, Teknik Dasar dan Lapangannya

Peraturan Tolak Peluru

Adapun peraturan dalam tolak peluru yaitu sebagai berikut.

1. Ukuran Lapangan Tolak Peluru

Ukuran lapangan pada tolak peluru berbentuk lingkaran yang berdiameer 2,135 meter. Lingkaran pada tolak peluru terbuat dari baja, besi atau bahan lain yang cocok untuk dilengkungkan, bagian atasnya harus rata dengan permukaan tanah luarnya.

Bagian dalam lingkaran tolak terbuat dari semen, aspal atau bahan lain yang padat tetapi tidak licin. Permukaan dalam lingkaran tolak wajib datar antara 20 mm - 6 mm lebih rendah dari bibir atas linkgaran besi.

Garis lebar 5 centimeter harus dibuat di atas lingkaran besi menjulur sepanjang 0.75 meter pada kanan kiri lingkaran garis ini dibuat dari cat atau kayu. Diameter bagian dalam lingkaran tolak adalah 2,135 meter. Tebal besi lingkaran tolak minimal 6 mm dan harus dicat putih.

Balok penahan dibuat dari kayu ataupun bahan lain yang sesuai dalam sebuah lengkungan atau busur sehingga tepi dalam berhimpit dengan tepi dalam lingkaran tolak, sehingga akan lebih kokoh. Lebar balok 11,2 cm - 30 cm, panjangnya 1,21 m - 1,23 m di dalam, tebal 9,8 cm - 10,2 cm. Untuk lebih jelasnya bisa anda lihat pada gambar.

Lapangan Tolak Peluru

2. Peralatan Tolak Peluru

Adapun alat – alat yang digunakan dalam kompetisi tolak peluru adalah alat pengukur, bendera, peluit, serta bola besi dengan berbagai macam ukuran sesuai tingkatnya.

  • Peluru untuk putra berdiameter minimal 110 mm dan maksimal 130 mm. Untuk juniornya 5 kg dan untuk seniornya 7,257 kg.
  • Peluru untuk putri berdiameter minimal 95 mm dan maksimal 110 mm. Untuk juniornya 3 kg dan seniornya 4 kg.
  • Rol meter terbuat dari bahan baja, yang berguna untuk mengukur jarak tolakan.
  • Bendera untuk memberi tanda pada bekas tolakan.
  • Kapur atau tali rafia. 
Baca: Tes Kebugaran Jasmani, Pengukuran Daya Tahan Otot Jantung dan Paru-Paru

3. Jumlah Juri

Dalam kompetisi resmi tolak peluru, terdapat 3 juri yang mengatur jalannya pertandingan dengan tugas yang berbeda - beda, yaitu:

  • Juri 1, memiliki tugas untuk memperhatikan bahwa kaki atau tangan peserta dalam melakukan tolakan sudah dilakukan dengan benar atau salah.
  • Juri 2, memiliki tugas untuk melihat proses tolakan yang dilakukan peserta sudah benar atau salah, jika juri melihat peserta melakukan lemparan, berarti itu salah dan dianggap tidak sah.
  • Juri 3, memiliki tugas untuk menandai sejauh mana tolakan peserta.

4. Ketentuan Tolak Peluru

  • Peserta di sahkan memasuki area lingkaran tolakan dari sudut mana saja.
  • Peserta hanya diberikan waktu 1 menit untuk melakukan tolak peluru.
  • Peserta tidak diperbolehkan memakai sarung tangan.
  • Diwajibkan bagi para peserta untuk menggunakan leher sebagai penahan peluru.
  • Tidak boleh melakukan tolakan dengan dua tangan.
  • Peserta diharuskan menolak peluru dengan mendarat di area yang ditentukan.
  • Peserta boleh meninggalkan lapangan jika peluru yang diluncurkan sudah mendarat.

Manfaat Tolak Peluru

1. Memperkuat Tulang

Tulang anda yang selama ini kuat, tidak akan selalu seperti itu, pasti akan melemah seiring berjalannya waktu. Untuk mengatasi itu, dengan melakukan latihan tolak peluru, akan lebih memperkuat tulang – tulang anda agar tidak mudah cedera saat melakukan kegiatan.

2. Memperbesar Otot

Dengan melakukan latihan tolak peluru, akan memperbesar otot – otot pada tubuh, terutama otot lengan. Otot yang besar dan kuat akan lebih mempermudah suatu pekerjaan dan terhindar dari cedera.

3. Menambah Stamina

Olahraga tolak peluru secara rutin setiap hari dapat menambah kinerja jantung sehingga anda tidak akan cepat merasa lelah.

Demikianlah artikel hari ini tentang teknik dasar tolak peluru beserta peraturan dan manfaatnya. Semoga bermanfaat bagi anda. Sekian dan terima kasih.



Referensi : https://www.materiolahraga.com/2018/05/tolak-peluru-lengkap_22.html

Read More
  • Share This:  
  •  Facebook
  •  Twitter
  •  Google+
  •  Stumble
  •  Digg

Tuesday, January 12, 2021

Tolak Peluru (LENGKAP): Pengertian, Sejarah, dan Gaya Tolak Peluru

 ADITZY     6:24 PM     Info, Olahraga, Pendidikan     No comments   

Orang Melakukan Tolak Peluru | mirjasaputra77.blogspot.com

Pengertian Tolak Peluru

Tolak Peluru adalah salah satu cabang olahraga dari atletik dengan menolak bola yang terbuat dari besi atau semen sejauh – jauhnya menggunakan teknik yang benar serta memerlukan kekuatan tangan.

Setelah anda mengetahui pengertian dari tolak peluru, rasanya kurang lengkap jika tidak tahu sejarahnya bukan? Berikut adalah sejarah tolak peluru.

Baca: Lari Jarak Jauh: Pengertian, Sejarah, Teknik, dan Peraturan

Sejarah Tolak Peluru Singkat

Tidak banyak yang diketahui dari sejarah tolak peluru, tapi yang pasti olahraga ini sudah dilakukan di Negara The Three Lion, Inggris. Para prajurit – prajurit inggris melakukan adu kekuatan dengan melempar bola meriam sejauh – jauhnya.

Sekitar tahun 1866, lomba saling adu kekuatan dengan melempar bola meriam tersebar di kalangan masyarakat di beberapa negara Eropa dan mulai diadakannya kompetisi kecil – kecilan. Tahun 1896, olahraga ini dimasukkan dalam olimpiade yang diadakan di Athena, Yunani.

Dengan semakin bertambahnya tahun, tolak peluru terus berkembang hingga ke seluruh dunia. Hingga pada tahun 1950, muncul lah orang yang bernama Parry O’Brien di salah satu kejuaran tolak peluru di Amerika Serikat.

Dia mengikuti kompetisi itu dengan menggunakan gaya yang dibuatnya sendiri yaitu melakukan tolakan dengan menghadap belakang terlebih dahulu untuk mendapatkan daya tolakan yang lebih besar. Gaya tersebut kemudian banyak dipakai hingga sekarang. Kemudian, banyak bermunculan gaya – gaya lainnya seperti ortodok.

Organisasi yang mengatur seluruh permasalahan mengenai tolak peluru yang ada di dunia adalah IAAF (International Athletic Amateur Federation). Tidak hanya olahraga ini yang diatur oleh IAAF, tapi seluruh olahraga atletik di dunia.

Baca: PERMAINAN BOLA VOLI : Pengertian, Sejarah, Peraturan & Teknik Dasar Bola Voli

Gaya Tolak Peluru

Adapun macam-macam gaya tolak peluru adalah sebagai berikut.

1. Gaya Ortodok / Gaya Menyamping


Gaya Ortodok / Gaya Menyamping

Gaya ortodok merupakan gaya dalam tolak peluru yang sering diajarkan dalam sekolah. Karena gaya ini terbilang lebih gampang digunakan dari gaya O’Brien. Bagi anda yang baru – baru belajar olahraga ini, kami sarankan untuk terlebih dahulu mempelajari gaya ortodok. Adapun cara melakukannya yaitu:

  • Hal yang paling utama dilakukan adalah, tempelkan peluru di bagian leher kanan (jika anda seorang kidal, letakkan di bagian kiri), posisikan tubuh anda menyamping.
  • Lalu, tekuk kaki kanan dengan kaki kiri berada di depan dengan posisi lurus dan tangan kiri berada di di depan wajah dengan ditekuk.
  • Kemudian, buat tubuh menjadi rileks dan seimbang dengan mengayunkan kaki kiri dan kaki kanan secara berulang – ulang sebanyak 3 kali.
  • Terakhir, lakukan tolakan dengan melakukan dorongan dengan lurus kea rah depan sekuat mungkin.
Baca: Pengertian Lempar Lembing, Teknik Dasar dan Lapangannya

2. Gaya O’Brien / Gaya Belakang


Gaya O'Brien / Gaya Belakang

Apabila anda sudah mahir dalam melakukan gaya ortodok, anda bisa langsung mempelajari gaya selanjutnya. Gaya ini sering dijumpai pada atlet – atlet tolak peluru professional, karena gaya O’Brien agak sulit dilakukan oleh atlet – atlet pemula. Berikut adalah cara melakukannya:

  • Pertama – pertama, lekatkan peluru di bagian leher kanan (apabila anda kidal, bisa anda taruh di bagian kiri leher), posisikan tubuh membelakangi arah dimana anda akan meluncurkan tolakan.
  • Lalu, lengan kiri berada di depan wajah dan kaki kanan ditekuk.
  • Kemudian, lakukan dorongan tangan dengan membalikkan badan kearah dimana akan ditujunya tolakan.

  • Sikap terakhir yang harus dilakukan adalah saat melakukan tolakan, kaki kiri harus terangkat agar tolakan seimbang dan maksimal.
Untuk mengetahui teknik dasar, peraturan dan maafaat tolak peluru silahkan klik link di bawah!
Baca: Tolak Peluru (LENGKAP): Teknik Dasar, Peraturan & Manfaat

Demikianlah artikel hari ini tentang tolak peluru mulai dari pengertian, sejarahnya, serta gaya tolak peluru. Semoga bermanfaat bagi anda. Sekian dan terima kasih.



Referensi : https://www.materiolahraga.com/2018/05/tolak-peluru-lengkap.html?m=1

Read More
  • Share This:  
  •  Facebook
  •  Twitter
  •  Google+
  •  Stumble
  •  Digg

Monday, January 11, 2021

Lari Jarak Jauh : Pengertian, Sejarah, Teknik, dan Peraturan

 ADITZY     10:56 AM     Info, Olahraga, Pendidikan     No comments   

volimaniak.com

Pengertian Lari Jarak Jauh

Lari jarak jauh adalah salah satu dari cabang olahraga atletik yang mengharuskan para pelari memiliki stamina yang banyak dan kecepatan dalam berlari dengan jarak tempuh 5.000 m, 10.000 m, dan 42,195 km.

Sejarah Lari Jarak Jauh

Awal mula dari adanya perlombaan lari jarak jauh dimulai dari seorang prajurit perang Yunani yang sangat berjasa. Pada abad ke – 5 SM, terjadi perang besar – besaran antara bangsa Yunani dan bangsa Persia. Konflik yang terjadi di kedua bangsa ini karena Yunani tidak senang jika Persia menguasai wilayahnya. Oleh sebab itu, Yunani melakukan pemberontakan kepada Persia.

Baca: Macam Macam Lari dalam Atletik yang Benar & Penjelasannya

Bangsa Yunani akhirnya memenangkan perang besar itu dan Persia pun mengakui kekalahannya. Kemudian, salah satu prajurit Yunani diutus kembali ke Yunani untuk memberitakan kemenangan melawan Persia. Setelah berlari sekitar 42 km jauhnya, sampailah dia di Athena (Ibukota Yunani), lalu mengumumkan kabar baik itu dan beberapa jam setelahnya, prajurit yang sangat berjasa itupun meninggal.

Masyarakat Yunani kemudian mengenang jasa prajurit itu dengan mengadakan perlombaan lari jarak jauh di hari kematiannya. Lari jarak jauh semakin terkenal dan mulai diperlombakan di berbagai belahan dunia. Sampai pada akhirnya dibentuknya International Association of Athletics Federation atau disingkat IAAF pada tahun 1912 yang saat ini berpusat di negara Monako dengan anggota 212 negara.

Teknik Dasar Lari Jarak Jauh

Mengenai teknik dasar lari jarak jauh, Pada artikel sebelumnya, kami telah membahas teknik – teknik dasar lari jarak menengah. Teknik dasar pada lari jarak menengah tidak jauh berbeda dengan lari jarak jauh. Dari cara melakukan start, cara berlari, hingga langkah yang tepat saat berada dekat dengan garis finish. Baca selengkapnya di Teknik Dasar Lari Jarak Menengah

Peraturan Lari Jarak Jauh

Kalian harus mengetahui peraturan lari jarak jauh.

  • Wasit harus memberitahukan area mana saja yang dilewati agar para peserta tidak salah pilih jalur dan melakukan kecurangan.
  • Tidak boleh memilih jalur yang membahayakan para pelari seperti melewati jurang.
  • Memasang benda – benda sebagai penunjuk arah bagi para pelari.
  • Pelari dinyatakan sebagai pemenang jika memiliki catatan waktu yang paling rendah diantara semua pelari.

Baca: Lari Jarak Pendek: Pengertian, Sejarah, Teknik, Peraturan, Nomor & Manfaat

Nomor Lari Jarak Jauh

Atlet lari jarak jauh harus dapat menyeimbangkan energi tubuhnya. Lomba ini sangat menghabiskan energi, dan memerlukan keteguhan mental dan ketahanan fisik. Stamina menjadi faktor paling penting dibandingkan kecepatan.

Lari jarak jauh terdiri atas lari 5.000 m dan 10.000 m. Lari jarak 5.000 meter membutuhkan strategi dan stamina di atas rata-rata. Latihan yang dilakukan biasanya berlari hingga 60-200 kilometer dalam seminggu. Lari 5.000 meter cukup populer bagi pemula. Lari jarak 10.000 meter merupakan lintasan lomba terpanjang.

Rekor yang pernah diraih dalam nomor ini dipegang oleh Kenenisa Bekele (pria) dari Ethiopia pada tahun 2004 di Belanda dalam waktu 12:37,3 dan Meseret Defar juga dari Ethiopia pada tahu n2006 di New York dalam waktu 14:24,43.

Hal yang Perlu Diperhatikan dalam Lari Jarak Jauh

Ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan dalam atletik lari jarak jauh antara lain:

  • Lari jarak jauh menggunakan start berdiri dengan aba-aba "Bersedia... yak!"
  • Langkah kaki panjang atau lebar, kecepatan langkah sedikit lebih lambat daripada lari jarak menengah, mengingat jarak yang ditempuh cukup jauh.
  • Jika dilaksanakan di stadion usahakan berlari sedekat mungkin dengan garis lintasan bagian dalam (nomor 3000 meter).
  • Perlombaan dilaksanakan di jalan raya.
  • Menjelang garis finish, usahakan lari dengan sekuat tenaga dan berusaha untuk mendahului lawan.

Baca: Lari Jarak Menengah: Pengertian, Sejarah, Teknik, Peraturan, dan Manfaat

Faktor Penting Lari Jarak Jauh

Berikut beberapa faktor penting yang perlu diperhatikan dalam melakukan lari jarak jauh:

  1. Daya tahan (stamina)
  2. Kecepatan (speed)
  3. Gaya (style)
  4. Pertimbangan langkah (space judgement)
  5. Kepemimpinan (leadership)

Demikian artikel hari ini tentang lari jarak jauh yang meliputi pengertian, sejarah, teknik, peraturan, dan nomor lari jarak jauh. Semoga bermanfaat bagi Anda. Sekian dan terima kasih.



Referensi : https://www.materiolahraga.com/2018/05/lari-jarak-jauh.html

Read More
  • Share This:  
  •  Facebook
  •  Twitter
  •  Google+
  •  Stumble
  •  Digg

Sunday, January 10, 2021

Lari Jarak Menengah : Pengertian, Sejarah, Teknik, Peraturan, dan Manfaat

 ADITZY     5:31 PM     Info, Olahraga, Pendidikan     No comments   

Via google images

Lari jarak menengah merupakan salah satu dari olahraga yang berada dibagian Atletik. Apa yang dimaksud dengan atletik? Kata atletik berasal dari bahasa Yunani, yaitu “athlon” yang berarti kontes. Jadi, atletik adalah induk atau bisa dibilang akar dari beberapa macam olahraga yang ada di dunia saat ini.

Beberapa dari olahraga yang menjadi bagian dari atletik adalah lari jarak pendek, lari jarak menengah, lari jarak jauh, lari estafet, lempar lebing, lempar cakram, dan lain – lain. Disini, kami akan membahas apa itu lari jarak menengah, sejarah, teknik, peraturan, serta manfaatnya.

Baca: Macam Macam Lari dalam Atletik yang Benar & Penjelasannya

Pengertian Lari Jarak Menengah

Lari jarak menengah adalah aktivitas olahraga yang dilakukan dengan cara berlari pada jarak tempuh 800 m, 1500 m, dan 3000 m yang mengharuskan anda untuk mengatur kecepatan, stamina, serta nafas pada saat berlari. Olahraga ini bukan hanya mengandalkan kecepatan berlari anda, melainkan diperlukan juga stamina yang kuat, serta pernafasan yang baik.

Lari jarak menengah sedikit berbeda dengan lari jarak pendek. Tetapi pada garis besarnya perbedaan itu terutama pada cara kaki menapak. Pada lari jarak menengah, kaki menapak pada ujung kaki-tumit dan menolak dengan ujung kaki, sedangkan pada lari jarak pendek, menapak dengan ujung kaki-ujung kaki, tumit sedikit sekali menyentuh tanah. Di samping itu, lari jarak menengah dilakukan dengan gerakan-gerakan lebih ekonomis untuk menghemat tenaga.

Dalam lari jarak menengah, pelaksanaan startnya dilakukan dengan menggunakan start berdiri yang aba-abanya hanya "bersedia" dan "ya". Dikatakan start berdiri karena pelaksanaannya dilakukan dengan berdiri.

Ketika aba-aba "bersedia" terdengar, pelari segera maju mendekati garis start dan menempatkan salah satu kakinya di belakang garis dan kaki lain di belakang kaki yang lain berjarak selebar bahu. Badan agak bungkuk dan kedua lengan ditempatkan sedemikian rupa sesuai dengan penempatan kaki. Begitu aba-aba "ya" terdengar, segeralah lari menempuh jarak yang ditentukan.

Sejarah Lari Jarak Menengah

Kira – kira pada abad ke – 5 SM, lari jarak menengah sudah dikompetisikan pada era Yunani kuno. Kehadiran kompetisi lari jarak menengah bermula dari seorang prajurit asal Yunani yang berlari sekitar 40 km jauhnya dari Persia untuk mengantarkan pesan atas menangnya Yunani perang menghadapi Persia, tapi prajurit itu akhirnya meninggal beberapa jam setelah menyampaikan pesan kepada raja. Kemudian raja Yunani menggelar kompetisi lari jarak menengah sebagai tanda penghormatan atas jasa prajurit itu.

Seiring berjalannya waktu, kompetisi lari telah banyak dijumpai dan semakin populer di berbagai negara. Karena itu, tepat pada tahun 1912, dibentuknya IAAF (International Association of Athletics Federation) yang bermarkas di negara Monako.

Teknik Lari Jarak Menengah

Gaya atau teknik lari jarak menengah merupakan masalah individual. Meskipun benar bahwa terdapat bentuk ideal yang menghasilkan keseimbangan sempurna antara kecepatan maksimum dan upaya menghemat tenaga, permasalahannya tetap ditentukan oleh individu yang bersangkutan. Secara umum, gaya yang tepat dalam lari jarak menengah, meliputi lima aspek, yaitu gerakan keseluruhan, posisi tubuh, ayunan lengan, penempatan kaki, dan panjang langkah.

1. Teknik start yang benar

 Start untuk lari jarak menengah dilakukan dengan berdiri sehingga dinamakan start berdiri atau "standing start".

  • Berdiri di garis start yang sudah disediakan dengan kaki kiri di depan dan lutut sedikit ditekuk serta kaki kanan dibelakang dengan tumit diangkat.
  • Tubuh agak condong kedepan.
  • Kedua tangan dalam posisi biasa dan lemas.
  • Berat badan dikerahkan ke kaki belakang dengan pandangan lurus ke depan.

Baca: Lari Jarak Pendek: Pengertian, Sejarah, Teknik, Peraturan, Nomor & Manfaat

2. Teknik berlari yang benar

Melakukan lari yang benar saat lari jarak menengah akan sangat berpengaruh untuk memenangkan suatu kompetisi. Berikut adalah caranya.

  • Berbeda dengan sprint, langkah kaki dalam melakukan lari jarak menengah dibuat lebih lambat dan teratur agar tidak kehilangan banyak stamina.
  • Mengayunkan tangan saat berlari
  • Posisi badan jangan terlalu maju
  • Pandangan tetap lurus ke depan

3. Teknik saat dekat dengan garis finish yang benar

  • Condongkan dada atau kepala ke depan.
  • Percepat gerakan kaki atau tangan.
  • Jangan pernah melihat ke belakang atau ke samping karena itu akan memperlambat kecepatan lari.
  • Tetap fokus ke depan. 

Peraturan Lari Jarak Menengah

Adapun peraturan lari jarak menengah adalah sebagai berikut.

  • Anda boleh berlari saat aba – aba “ya” atau suara pistol dibunyikan.
  • Jika anda lebih dari 3 kali berbuat kesalahan ketika melakukan start, maka anda akan didiskualifikasi.
  • Tidak boleh mengganggu lawan anda
  • Dilarang keras memakai obat – obatan yang dapat merugikan lawan anda.

Nomor Lari Jarak Menengah

Pada dasarnya, nomor lari jarak menengah untuk putra dan putri terbagi dalam tiga bagian, yaitu:

  • Lari jarak 800 meter,
  • Lari jarak 1.500 meter,
  • Lari jarak 3.000 meter.

Teknik start yang digunakan pada lari jarak menengah adalah start berdiri, kecuali pada lari 800 meter digunakan teknik start jongkok. Pada lari jarak menengah, teknik pengaturan irama langkah (pace) lari harus baik, artinya pelari dapat mengatur irama langkah dimulai dari lambat dan semakin cepat terutama menjelang garis finish (kira-kira jarak 200 / 300 meter akhir).

Pengaturan irama lari penting agar pelari tidak kelelahan pada saat di awal-awal lari dan mampu menambah kecepatan ketika mendekati garis finish sehingga dapat mendahului atau meninggalkan lawan.

Baca: PERMAINAN BOLA VOLI : Pengertian, Sejarah, Peraturan & Teknik Dasar Bola Voli

Cara Berlatih Lari Jarak Menengah

Beberapa cara berlatih lari jarak menengah, di antaranya:

  • Menjaga dan meningkatkan kelenturan tubuh dengan senam statis atau dinamis.
  • Latihan irama atau kestabilan langkah lari (pace).
  • Latihan lari dengan menggunakan rompi pemberat.
  • Lari perlahan-lahan, diselingi dengan lari cepat (fartlek) atau naik turun bukit.
  • Lakukan latihan interval training dengan jarak antara 100-200 meter.
  • Berlatih mempertahankan tempo lari pada jarak 1000-2000 meter.
  • Berlatih mengelilingi perkampungan atau lintas alam (cross country).
  • Latihan lari akselerasi dan deselerasi jarak (lari cepat dan lari lambat berselang-seling) disesuaikan kebutuhan.
  • Latihan beban untuk daya tahan dan kekuatan otot.
  • Menambah variasi dengan latihan senam aerobik dan lain-lain.

Kesalahan Umum Melakukan Lari Jarak Menengah

Ada beberapa kesalahan umum yang sering dilakukan saat melakukan lari jarak menengah, di antaranya.

  • Saat berlari mengangkat paha atau lutut terlalu tnggi.
  • Berlari terlalu cepat pada saat awal-awal lari sehingga kelelahan dan tidak dapat menambah kecepatan ketika menjelang garis finish.
  • Posisi tubuh melenting ke belakang atau terlalu condong ke arah depan.
  • Gerakan tumpuan kaki terlalu keras pada lintasan sehingga memperlambat irama langkah lari.

Manfaat Lari Jarak Menengah

1. Membakar lemak

Bagi anda yang kesulitan dalam menurunkan berat badan jangan khawatir, karena dengan melakukan lari jarak menengah secara rutin, anda akan dengan mudah dalam melakukan proses penurunan berat badan dan tentunya disertai dengan pola makan yang teratur.

2. Meningkatkan stamina

Bagi anda yang kurang tidur, stres, dan merokok, itu bisa menyebabkan stamina anda menurun. Bagaimana cara meningkatkannya kembali? Mulailah berolahraga terutama lari jarak menengah. Karena dengan olahraga ini, akan melatih kinerja jantung dan paru – paru yang dapat meningkatkan stamina anda secara perlahan.

3. Memperlancar pernafasan

Dengan melakukan lari jarak menengah secara teratur setiap harinya, akan dapat meningkatkan kinerja paru – paru yang membuat pernafasan anda menjadi lebih nyaman dan lancar.

4. Melancarkan peredaran darah

Banyak manfaat yang didapat jika aliran darah anda lancar, yaitu terhindar dari segala macam penyakit seperti stroke, jantung, serta darah tinggi. Lakukan lari jarak menengah dengan teratur setiap harinya, akan membantu melancarkan peredaran darah anda.

5. Memperlambat penuaan

Melakukan lari jarak menengah dapat membuat kulit menjadi lebih cerah akibat lancarnya peredaran darah yang sangat bagus untuk metabolisme sel – sel kulit. Tetapi harus dibarengi dengan memakan buah – buahan serta sayuran yang bergizi.

Baca: Pengertian Lempar Lembing, Teknik Dasar, dan Lapangannya

Demikianlah artikel tentang pengertian lari jarak menengah, sejarah, teknik, peraturan, nomor lari jarak menengah dan manfaatnya. Semoga bermanfaat bagi Anda. Sekian dan terima kasih.



Referensi : https://www.materiolahraga.com/2018/05/lari-jarak-menengah.html

Read More
  • Share This:  
  •  Facebook
  •  Twitter
  •  Google+
  •  Stumble
  •  Digg
Older Posts Home
View mobile version
Calendar Widget by CalendarLabs

Popular Posts

  • Lompat di Atas Kuda-Kuda Kangkang dan Jongkok
          Pada bagian ini , Anda akan berlatih senam ketangkasan dengan menggunakan alat. Alat yang digunakan, yaitu kuda-kuda lompat sebaga...
  • Jalan Cepat: Pengertian, Teknik, Tahapan, Peraturan, dan Karakteristik
    Sumber : koran.tempo.co Materi nomor cabang atletik jalan cepat ( race walking ) ini bertujuan untuk mengembangkan berbagai pola gerak dasar...
  • Baseball : Ukuran Lapangan Permainan Baseball/Bisbol dan Gambar
    Baseball  atau bisbol adalah sebuah permainan yang populer di Amerika.Tak seorangpun penduduk di sana yang tak mengenal olahraga baseball i...
  • Tes Kebugaran Jasmani, Pengukuran Daya Tahan Otot Jantung dan Paru-Paru
         Tes  kebugaran jasmani  merupakan suatu alat untuk mengukur tingkat kebugaran jasmani seseorang. Dalam tes ini, yang menjadi objek pen...

Categories

  • Agama
  • Atletik
  • Bahasa Indonesia
  • Hardware
  • Info
  • Jaringan
  • Komputer
  • Konfigurasi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Sains
  • Software
  • Tutorial

Blog Archive

  • ▼  2021 (20)
    • ▼  September (1)
      • Sepeda Motor : Pengertian, Sejarah dan Jenis-Jenis...
    • ►  April (5)
    • ►  March (4)
    • ►  January (10)
  • ►  2020 (1)
    • ►  December (1)
  • ►  2018 (5)
    • ►  June (5)
  • ►  2017 (8)
    • ►  June (1)
    • ►  May (6)
    • ►  March (1)
  • ►  2016 (1)
    • ►  October (1)
Flag Counter

About Me

ADITZY
View my complete profile

Find Us On Facebook

Tags

  • Agama (5)
  • Atletik (3)
  • Bahasa Indonesia (1)
  • Hardware (6)
  • Info (17)
  • Jaringan (2)
  • Komputer (8)
  • Konfigurasi (2)
  • Olahraga (16)
  • Otomotif (1)
  • Pendidikan (16)
  • Sains (1)
  • Software (3)
  • Tutorial (4)

Tags

Facebook

  • Home
  • Features
  • _Multi DropDown
  • __DropDown 1
  • __DropDown 2
  • __DropDown 3
  • _ShortCodes
  • _SiteMap
  • _Error Page
  • Documentation
  • _Web Documentation
  • _Video Documentation
  • Download This Template

Most Popular

Social Widget

Selamat Berkunjung dan Terimakasih

Copyright © ADI WEB | Powered by Blogger
Design by 'As Blog | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com | Distributed By Gooyaabi Templates